Wahono

Dari Desa, Berkarya untuk Indonesia

Kreativitas • Kepemimpinan • Pengabdian

Saya adalah seorang ayah tunggal (single father) yang dianugerahi empat putra. Saya lahir dan dibesarkan di sebuah keluarga petani sederhana di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kehidupan di desa telah mengajarkan saya arti kerja keras, kejujuran, kesederhanaan, serta pentingnya menghargai setiap proses dalam kehidupan.

Selengkapnya tentang saya

Ketertarikan saya terhadap dunia seni dan kreativitas membawa saya menempuh pendidikan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada tahun 1995–2002, Jurusan Seni Rupa dengan spesialisasi Desain Komunikasi Visual (DKV). Masa perkuliahan menjadi fondasi penting yang membentuk cara berpikir kreatif, kemampuan memecahkan masalah, dan semangat untuk terus berinovasi.

Setelah menyelesaikan pendidikan, pada tahun 2002 saya membangun sebuah perusahaan advertising di Yogyakarta. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang hingga memiliki beberapa divisi, antara lain Event Organizer, Studio Broadcast (Multimedia), dan Talent Agency. Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran berharga dalam dunia bisnis, manajemen, komunikasi, dan kepemimpinan.

Pada akhir tahun 2010, saya memutuskan kembali ke kampung halaman di Banjarnegara. Selain melanjutkan usaha di bidang advertising dan industri kreatif, saya juga mulai aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha, di antaranya KNPI, Pemuda Pancasila, KADIN, FOBM, serta berbagai organisasi dan komunitas lainnya. Bagi saya, organisasi adalah ruang untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menjelang usia 50 tahun pada tahun 2026, saya memutuskan untuk mengambil langkah baru dengan terjun ke dunia politik melalui Partai Perindo, sebagai Wakil Ketua II Bidang Pemenangan Pemilu DPW Partai Perindo Jawa Tengah. Saya juga turut mendirikan Aliansi Wargo Hutomo, sebuah wadah kolaborasi lintas organisasi kemasyarakatan, LSM, aktivis, dan komunitas di Kabupaten Banjarnegara, di mana saya dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal.

Bagi saya, hidup bukan sekadar tentang meraih kesuksesan pribadi, melainkan tentang bagaimana pengalaman, pengetahuan, dan kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Saya percaya bahwa perubahan besar selalu diawali dari perubahan dalam diri sendiri.

Filosofi Hidup

Ada beberapa prinsip yang selalu saya pegang dalam menjalani kehidupan.

1. Make the Impossible Possible
Tidak ada yang benar-benar mustahil selama kita memiliki keyakinan, kemauan belajar, keberanian mencoba, dan ketekunan untuk terus melangkah.

2. Masalah terbesar bukan berada di luar diri kita, tetapi di dalam diri kita sendiri.
Saya meyakini bahwa dalam hidup ini kita sebenarnya tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Yang paling sering menjadi tantangan justru adalah cara kita mengenali, memahami, dan mengelola diri sendiri.

Karena itu saya selalu mengingatkan diri:

"Jangan sibuk mencari jalan keluar. Carilah jalan ke dalam."

Ketika seseorang mampu mengenal dirinya dengan baik, banyak persoalan akan menemukan penyelesaiannya secara alami.

3. Kehidupan adalah tentang bagaimana kita merespons.
Segala sesuatu yang datang dari luar diri kita pada dasarnya bersifat netral. Yang menjadikannya baik atau buruk, positif atau negatif, bukanlah peristiwanya, melainkan cara kita merespons peristiwa tersebut.Respon yang bijaksana lahir dari kesediaan untuk berhenti sejenak, berpikir, merenung, serta mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan. Dari situlah kebijaksanaan bertumbuh.

It's Me.
Saya percaya bahwa kreativitas, pengalaman, integritas, dan semangat untuk terus belajar adalah bekal terbaik untuk berkarya, membangun kolaborasi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salam hangat,Wahono

Apa yang bisa saya bantu, terkait 6 jasa layanan saya;

Berita Penting Menanti Anda!

Ketik alamat email anda di sini dan nikmati berita terbaru dari saya.