Physical Address
Banjarnegara - Central Java - 53482
Physical Address
Banjarnegara - Central Java - 53482


Penulis : Wahono, S.Pd – Aktifis & Sekjend Aliansi Wargo Hutomo
Pembangunan daerah selama ini sering diukur dari sesuatu yang mudah dilihat :
1. Berapa Kilometer Jalan Dibangun?
2. Berapa Gedung Berdiri?
3. Berapa Investasi Masuk?
4. Berapa Wisatawan Datang?
5. Berapa Besar Pertumbuhan Ekonomi?
Semua itu penting.
Tetapi ada satu pertanyaan yang lebih mendasar :
“Banjarnegara sedang dibangun menjadi apa?”
Karena pembangunan tanpa identitas bisa menghasilkan daerah yang maju secara fisik, tetapi kehilangan karakter.
Sebaliknya, identitas tanpa pembangunan hanya akan menjadi nostalgia.
Maka keduanya harus dipertemukan :
IDENTITAS + PEMBANGUNAN = MASA DEPAN BANJARNEGARA
Blueprint ini berangkat dari satu keyakinan :
Banjarnegara tidak perlu menjadi daerah lain untuk menjadi maju.
Banjarnegara harus menemukan kekuatannya sendiri.
Pembangunan dimulai dari manusia.
Karena itu agenda pertama bukan membangun benda.
Tetapi membangun :
Karakter, Kompetensi, Kreativitas, Kemandirian, Dan Kesadaran.
Manusia Banjarnegara harus memiliki :
01. Karakter Kuat;
02. Pendidikan Berkualitas;
03. Kemampuan Digital;
04. Kemampuan Berwirausaha;
05. Kemampuan Berkomunikasi;
06. Kemampuan Berkolaborasi;
07. Dan Keberanian Bersaing.
Target akhirnya :
Manusia Banjarnegara tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi penggerak pembangunan.
Kita perlu menggali karakter masyarakat Banjarnegara.
Bukan mengarangnya. Bukan memaksakannya. Tetapi Menelitinya.
Kajian seperti Bima Cablaka dapat menjadi salah satu pintu masuk.
Demikian pula berbagai tradisi, cerita rakyat, bahasa, kesenian dan nilai sosial masyarakat.
Pertanyaan besarnya :
“Nilai Luhur Apa Yang Sebenarnya Dimiliki Masyarakat Banjarnegara?”
Kemudian nilai tersebut diterjemahkan menjadi karakter modern :
Jujur, Berani, Terbuka, Gotong Royong, Kreatif, Mandiri, Adaptif, Dan Bertanggung Jawab.
Budaya jangan hanya disimpan di museum.
Budaya harus hidup.
01. Ujungan.
02. Embeg.
03. Seni tradisi.
04. Cerita rakyat.
05. Bahasa.
06. Kuliner.
07. Kerajinan.
08. Ritual.
Dan berbagai warisan lainnya harus :
Didokumentasikan → Dipelajari → Dikembangkan → Dipentaskan → Diwariskan.
Tetapi ada prinsip penting :
Melestarikan Bukan Berarti Membekukan.
Budaya harus boleh berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya.
Banjarnegara memiliki banyak produk.
Jangan mencari satu produk untuk mengalahkan produk lainnya.
Bangun semuanya.
01. Dawet Ayu.
02. Batik Gumelem.
03. Keramik Klampok.
04. Carica.
05. Salak.
06. Durian.
07. Produk pertanian.
08. Produk UMKM.
09. Produk kreatif.
Strateginya :
Local Product → Quality → Packaging → Branding → Market → Export
Tujuannya bukan sekadar :
“Produk Khas Banjarnegara.”Tetapi : “Produk Banjarnegara Yang Berkualitas Dan Kompetitif.”
Budaya harus bertemu kreativitas.
Kreativitas harus bertemu teknologi.
Teknologi harus bertemu pasar.
Dari pertemuan itu lahir ekonomi Kreatif.
Bidangnya bisa meliputi :
Desain;
Fashion;
Kuliner;
Kriya;
Fotografi;
Video;
Musik;
Seni Pertunjukan;
Arsitektur;
Aplikasi Digital;
Ai;
Dan Berbagai Subsektor Kreatif Lainnya.
Target :
Anak muda Banjarnegara bukan hanya mencari pekerjaan. Mereka menciptakan pekerjaan.
Pariwisata tidak cukup menjual pemandangan.
Kita harus menjual :
Cerita + Budaya + Pengalaman + Produk.
Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat Dieng.
Tetapi mengalami Banjarnegara.
Makan makanan lokal.
Mengenal budaya.
Melihat proses pembuatan produk.
Menginap di desa.
Berinteraksi dengan masyarakat.
Membeli produk lokal.
Membawa pulang cerita.
Maka konsep besarnya : Banjarnegara Experience
Kalau identitas tidak hadir di internet, generasi baru akan sulit mengenalnya.
Karena itu diperlukan : Digital Banjarnegara.
Satu ekosistem digital yang mempertemukan :
Budaya + Produk + UMKM + Wisata + Ekonomi Kreatif + Investasi + Komunitas.
Kita membutuhkan :
01. Portal Identitas Daerah;
02. Database Produk Lokal;
03. Digital Marketplace;
04. Kalender Budaya;
05. Direktori Umkm;
06. Peta Wisata;
07. Digital Storytelling;
08. Konten Media Sosial;
09. Dan Pemanfaatan Ai.
Prinsipnya sederhana :
Apa yang kita punya di dunia nyata harus hadir di dunia digital.
Jangan membangun identitas hanya dari pusat kota.
Identitas Banjarnegara tersebar di desa-desa.
Karena itu desa harus menjadi :
Pusat Produksi + Pusat Budaya + Pusat Wisata + Pusat Ekonomi.
Setiap desa didorong menemukan :
“Apa kekuatan unik desa saya?”
Kemudian dikembangkan menjadi : Desa Identitas.
Satu desa mungkin kuat di pertanian.
Desa lain di kerajinan.
Desa lain di seni budaya.
Desa lain di wisata.
Desa lain di kuliner.
Dengan demikian pembangunan tidak selalu bergerak dari atas ke bawah.
Tetapi juga :DESA → KABUPATEN → NASIONAL → GLOBAL
Semua kekuatan tadi membutuhkan satu payung.
Bukan untuk menghapus brand lokal.
Tetapi untuk menaunginya.
Contohnya:
01. Batik Gumelem tetap memiliki brand sendiri.
02. Carica tetap memiliki brand sendiri.
03. Dawet Ayu tetap memiliki brand sendiri.
Tetapi semuanya mendapatkan kekuatan dari : Master Brand : Banjarnegara
Dengan begitu :
Produk Punya Brand, Destinasi Punya Brand, Event Punya Brand, Budaya Punya Brand, dan semuanya memperkuat nama : BANJARNEGARA.
Ini adalah puncaknya.
Kita tidak ingin generasi Banjarnegara hanya bangga menjadi lokal.
Kita ingin mereka percaya diri menjadi global tanpa kehilangan akar.
01. Menguasai bahasa.
02. Menguasai teknologi.
03. Menguasai AI.
04. Menguasai pemasaran digital.
05. Menguasai networking.
06. Menguasai entrepreneurship.
Tetapi tetap memahami :
Siapa Dirinya Dan Dari Mana Ia Berasal.Inilah : Global Mindset Berbasis Local Wisdom
Jika disederhanakan :1. Manusia
↓
2. Karakter
↓
3. Budaya
↓
4. Produk
↓
5. Ekonomi Kreatif
↓
6. Pariwisata
↓
7. Digital
↓
8. Desa
↓
9. Brand
↓
10. Global Semua terhubung dan Tidak berdiri sendiri.
Blueprint ini dapat dibagi menjadi tiga fase.
Fokus :
01. Riset Identitas;
02. Inventarisasi Budaya;
03. Pemetaan Produk;
04. Pemetaan Desa;
05. Pemetaan SDM;
06. Dokumentasi Sejarah;
07. Kajian Karakter;
08. Database Potensi Daerah.
Output :
Banjarnegara Identity Database
Fokus :
01. Peningkatan Kualitas Produk;
02. Penguatan UMKM;
03. Revitalisasi Budaya;
04. Digitalisasi;
05. Pengembangan Desa;
06. Ekonomi Kreatif;
07. Pengembangan Destinasi;
08. Branding.
Output :
Banjarnegara Identity Ecosystem
Fokus :
01. Ekspansi Pasar;
02. Promosi Nasional;
03. Ekspor;
04. International Tourism;
05. Global Digital Campaign;
06. Creative Collaboration;
07. Sister Region;
08. Jejaring Internasional.
Output :
Banjarnegara Global Brand
Keberhasilan blueprint ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah acara.
Tetapi dari perubahan nyata :
01. IDENTITAS : Masyarakat semakin mengenal sejarah dan budayanya.
02. SDM : Generasi muda semakin kompeten dan kreatif.
03. BUDAYA : Warisan budaya semakin hidup dan memiliki regenerasi.
04. PRODUK ; Produk lokal semakin berkualitas dan memiliki pasar.
05. EKONOMI : Pendapatan masyarakat meningkat.
06. PARIWISATA ; Wisatawan datang untuk mendapatkan pengalaman.
07. DIGITAL ; Banjarnegara semakin mudah ditemukan dan dikenali secara digital.
08. DESA : Desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
09. BRAND : Nama Banjarnegara semakin kuat.
10. GLOBAL : Produk, budaya dan manusia Banjarnegara mampu bersaing di tingkat internasional.
Blueprint ini pada dasarnya ingin mengubah cara kita melihat pembangunan.
01. Dari : PEMBANGUNAN FISIK - menjadi : PEMBANGUNAN MANUSIA.
02. Dari : MEMILIKI POTENSI - menjadi : MENGEMBANGKAN POTENSI.
03. Dari : PRODUK - menjadi : BRAND.
04. Dari : TEMPAT WISATA - menjadi : DESTINATION EXPERIENCE.
05. Dari : BUDAYA - menjadi : CREATIVE ECONOMY.
06. Dari : LOCAL - menjadi : GLOBAL.
Kita tidak perlu menjadi Yogyakarta.
Tidak perlu menjadi Bandung.
Tidak perlu menjadi Bali.
Tidak perlu menjadi daerah lain.
Karena setiap daerah memiliki jalannya sendiri.
Banjarnegara memiliki sejarahnya.
Banjarnegara memiliki budayanya.
Banjarnegara memiliki manusianya.
Banjarnegara memiliki alamnya.
Banjarnegara memiliki produk-produknya.
Banjarnegara memiliki karakter dan kekayaan lokalnya.
Yang kita perlukan sekarang bukan mencari identitas baru.
Tetapi : Menemukan Kembali Identitas Yang Sudah Kita Miliki.
Kemudian menjadikannya : KESADARAN.
Menjadikannya : KARAKTER.
Menjadikannya : KARYA.
Menjadikannya : PRODUK.
Menjadikannya : BRAND.
Menjadikannya : KEKUATAN EKONOMI.
Dan akhirnya : Menjadikannya Daya Saing Global.
Karena masa depan Banjarnegara tidak harus dibangun dengan menjadi seperti daerah lain.
Masa depan Banjarnegara justru harus dibangun dengan : Menjadi Banjarnegara.
1. Kenali Akarmu.
2. Bangun Manusiamu.
3. Kuatkan Budayamu.
4. Kembangkan Produkmu.
5. Naikkan Nilai Ekonomimu.
6. Digitalkan Potensimu.
7. Branding Daerahmu.
8. Duniakan Identitasmu.